Pusat Informasi dan Publikasi MAN 3 Majalengka

Thursday, May 16, 2024

Aktif Ikuti Bimtek Digitalisasi Madrasah, MAN 3 Majalengka Siap Mensukseskan Tranformasi Digital Pada Madrasah

Dalam program transformasi digital di lingkungan kementerian agama khususnya di lingkungan madrasah, MAN 3 Majalengka mengadakan beberapa program yang mendukung tranformasi digitalisasi madrasah salah satunya program penyimpanan berbasis cloud, PPDB berbasis online, Asesmen Suamtif Akhir Semester berbasis CBT dan akan segera meluncurkan program bahan ajar berbasis e modul di lingkungan MAN 3 Majalengka yang disampaikan melalui bimtek penerapan digitalisasi pada MAN 3 Majalengka . Kamis (16/05/2024)

Kegiatan bimtek penerapan digitalisasi pada MAN 3 Majalengka ini dibuka oleh Kepala MAN 3 Majalengka Hj. Ela Nurlaela M.Pd dan diikuti seluruh guru MAN 3 Majalengka. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini merupakan salah satu upaya dalam mensukseskan transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama yang menjadi tugas madrasah.

 “MAN 3 Majalengka harus siap dan tanggap  mengikuti percepatan transormasi digital dalam mendukung program Kementerian Agama RI yang dicanangkan dalam rakernas, rakerwil dan rakerda kementerian agama.” Ujar Ela.



Beberapa program transfromasi digital yang telah dijalankan di MAN 3 Majalengka antara lain : PPDB online dari tahun 2019, absen face screen bagi guru dan siswa setiap jam pelajaran, penilaian akhir tahun via CBT, pembelajaran menggunakan panel touch screen, buku tamu online dan e modul ajar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru MAN 3 Majalengka dapat memaksimalkan penggunaan panel touch board dalam kegiatan pembelajaran di kelas, di samping itu juga ke depan guru-guru akan selalu berinovasi dalam berbagai aplikasi dan media pembelajaran yang dapat mempermudah proses pembelajaran.

Kontributor : H Agus Jamaluddin. M.Pd 

Friday, May 3, 2024

E-Book Informatika Menjadi Solusi Pembelajaran Paper Less

    Pembelajaran digital merupakan proses pembelajaran yang menggunakan teknologi digital untuk mengirimkan konten pendidikan secara virtual. Bentuk pembelajaran digital meliputi kursus online, webinar, video pembelajaran, simulasi interaktif, dan platform kolaboratif. 

    Pembelajaran digital memberikan berbagai manfaat, seperti pembelajaran jarak jauh, personalisasi pembelajaran, dan interaktivitas yang meningkatkan keterampilan teknologi bagi siswa dan guru.

      Literasi digital adalah keterampilan, pengetahuan, serta pemahaman yang memungkinkan praktik kritis, kreatif, dan aman saat dihadapkan dengan teknologi digital pada setiap aspek kehidupan.

      



        Sudah menjadi keniscayaan ketika kita sebagai guru untuk menyikapi perubahan dengan menjadi lebih kreatif dalam memodifikasi Modul Ajar menjadi digital book atau dikenal dengan E-Book.

      Maka saya termotivasi untuk menyusun modul ajar dan menyajikannya dalam bentuk E-Book sehingga dapat diakses di mana saja dan kapan saja oleh peserta didik. Secara tidak langsung memperkenalkan Digital Literasi dan membudayakan Cakap Digital sebagai salah satu Pilar Digital Literasi yang akan menjadi budaya baru di Madrasah.

Lilis Juwita, S.Kom
Guru Informatika MAN 3 Majalengka
Penulis Buku Ajar Informatika SMA/MA




Thursday, May 2, 2024

MAN 3 Majalengka Peringati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024

 



Humas Mantika (02/05.2024) Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2024 hari ini, Kamis 2 Mei 2024 berlangsung di lapangan upacara MAN 3 Majalengka. Upacara diikuti oleh guru, karyawan dan siswa kelas X dan XI MAN 3 Majalengka. Bertindak selaku pembina upacara kepala MAN 3 Majalengka Ibu Hj. Ela Nurlaela. M.Pd.  

Amanat pembina upacara kali ini, Ibu Kepala MAN 3 Majalengka membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Nadiem Makarim menyampaikan tantangannya Ketika menjadi Menteri di era perubahan besar dalam lanskap kurikulum pendidikan. “ Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang baru. Pada awal perjalanan kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan”  seloroh Nadiem.



Seiring perjalanan waktu, masyarakat mulai dapat menerima  perubahan. Anak-anak Indonesia  berani bermimpi karena  mereka merasa merdeka   saat belajar di kelas. “ Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mendpatkan kepercayaan untuk mngenal dan menilai murid-murid” pungkas Nadiem

Kontributor : H. Agus Jamaluddin. S.Ag. M.Pd