Pusat Informasi dan Publikasi MAN 3 Majalengka
Showing posts with label OSIS/MPK. Show all posts
Showing posts with label OSIS/MPK. Show all posts

Thursday, November 13, 2025

Kampanye Akbar dan Debat Calon Ketua OSIS MAN 3 Majalengka Periode 2025/2026 Berlangsung Meriah

Jatiwangi (MAN 3 Majalengka) - Suasana Lapangan MAN 3 Majalengka pada Rabu pagi (12/11/2025) tampak semarak dan penuh antusiasme. Seluruh Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta seluruh siswa MAN 3 Majalengka berkumpul untuk menyaksikan Kampanye Akbar dan Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2025/2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) sebagai panitia pelaksana. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Keysha, yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran demokrasi bagi seluruh siswa.

“Melalui kegiatan ini, kita belajar bagaimana memilih pemimpin secara demokratis, jujur, dan bertanggung jawab. Siapa pun yang terpilih nanti, semoga dapat membawa OSIS MAN 3 Majalengka menjadi lebih aktif dan berprestasi,” ujar Keysha dalam sambutannya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Sapi’i, S.Pd.I selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, yang hadir mewakili Kepala Madrasah. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan Pemilos bukan sekadar ajang seremonial, tetapi merupakan proses pendidikan karakter dan latihan kepemimpinan nyata bagi para siswa.

“Pemilihan OSIS ini menjadi momentum penting bagi kalian untuk belajar tentang tanggung jawab, kejujuran, dan sportivitas. Siapa pun yang terpilih nanti, itu adalah hasil pilihan terbaik dari kita semua,” ungkapnya.

Dalam kampanye dan debat tersebut, tampil dua pasangan calon yang siap memperebutkan kepercayaan seluruh siswa:
1️⃣ Pasangan Nomor Urut 01Lutfivian Saputri (kelas XI) dan Desifa Rahmawati (kelas X)
2️⃣ Pasangan Nomor Urut 02Khairunissa (kelas XI) dan Aulia Putri Mufidah (kelas X)

Kedua pasangan calon memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka di hadapan dewan guru dan seluruh siswa. Masing-masing pasangan menampilkan semangat dan gagasan kreatif untuk mengembangkan kegiatan OSIS agar lebih aktif, inovatif, dan berkarakter Islami. Debat berlangsung dinamis, tertib, dan penuh sportivitas, disertai sorak dukungan dari para siswa yang ikut menyemarakkan suasana.

Kampanye akbar dan debat ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat demokrasi di lingkungan madrasah serta memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menentukan pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan organisasi yang positif.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, proses pemungutan suara Pemilos MAN 3 Majalengka akan dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025. Diharapkan seluruh warga madrasah dapat berpartisipasi secara aktif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta sportivitas dalam menentukan pemimpin OSIS periode 2025/2026.

 Kontributor : Nana Misnara 

Friday, November 15, 2024

30 Peserta Didik MAN 3 Majalengka Ikuti Webinar Anemia Remaja

Majalengka (MAN 3) - Sebanyak 30 peserta didik dari MAN 3 Majalengka mengikuti webinar bertema "Anemia Remaja" yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Acara ini berlangsung pada Jumat, 15 November 2024, bertempat di Ruang Belajar Bersama (RBB).

Webinar ini merupakan bagian dari kampanye kesehatan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pencegahan anemia. Dalam kegiatan ini, para peserta didik mendapatkan pengetahuan mendalam tentang penyebab anemia, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah-langkah pencegahannya, seperti pola makan sehat, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan pentingnya olahraga.
 
Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif di kalangan remaja mengenai kesehatan tubuh sebagai modal utama untuk mencapai prestasi dan masa depan yang lebih baik.

Kontributor : Nana Misnara

Friday, November 1, 2024

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MAN 3 Majalengka Masa Bakti 2024/2025: Pasangan Fuzi-Ayesha Unggul

Majalengka (MAN 3) - Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MAN 3 Majalengka masa bakti 2024/2025 sukses dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema “Suara Demokrasi”. Kegiatan ini digelar di lapangan MAN 3 Majalengka dengan melibatkan seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan (GTK) sebagai pemilih, menciptakan suasana demokrasi yang inklusif. (1/11/2024)

Setelah proses pemungutan suara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari, hasil resmi diumumkan oleh panitia. Pasangan nomor urut 2, Fuzi Ahwaliyatinnur dan Ayesha Hafiza Faridz, keluar sebagai pemenang dengan perolehan 335 suara. Pasangan nomor urut 1, Elsa dan Nia, memperoleh 61 suara, sedangkan pasangan nomor urut 3, Dinda dan Ismatun, meraih 44 suara. Sebanyak 22 suara dinyatakan golput.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan demokrasi yang diterapkan di MAN 3 Majalengka melalui P5RA. Pemilihan dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL), melibatkan semua elemen madrasah.

Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapannya atas hasil pemilu OSIS ini.
“Semoga Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih dapat mengemban amanah dengan baik, membawa OSIS menjadi organisasi yang lebih inovatif, inklusif, dan mampu mewujudkan berbagai program kerja yang bermanfaat untuk seluruh siswa,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga berharap kegiatan ini menjadi pembelajaran bermakna bagi siswa dan seluruh elemen madrasah untuk memahami pentingnya demokrasi yang beretika dan bertanggung jawab.

Fuzi dan Ayesha, sebagai pasangan terpilih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan selama kampanye.
“Kami akan bekerja keras untuk memajukan OSIS serta menjadi pelayan dan inspirasi bagi seluruh siswa di MAN 3 Majalengka,” ucap Fuzi dalam pidato kemenangannya.

Dengan berakhirnya pemilu ini, MAN 3 Majalengka berharap dapat terus menumbuhkan semangat demokrasi yang sehat di kalangan siswa, GTK, dan seluruh komunitas madrasah/sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa yang Pancasilais dan rahmatan lil ‘alamin.

Kontributor : Nana Misnara


Thursday, October 31, 2024

Kampanye Akbar Ketua dan Wakil Ketua OSIS MAN 3 Majalengka Masa Bakti 2024/2025: Wujudkan Suara Demokrasi Melalui P5RA

Majalengka (MAN 3) - Lapangan MAN 3 Majalengka hari ini dipenuhi antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah dalam rangka kampanye akbar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS masa bakti 2024/2025. Acara ini sekaligus menjadi momentum penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema “Suara Demokrasi”.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pemahaman demokrasi di lingkungan sekolah sebagai bekal siswa menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat.

“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat belajar nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan tanggung jawab, sehingga mampu menjadi generasi yang siap memimpin di masa depan,” ungkap Hj. Ela.

Tiga pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang maju pada pemilu tahun ini adalah:

Nomor urut 1: Elsa dan Nia
Nomor urut 2: Fuzi dan Ayesha
Nomor urut 3: Dinda dan Ismatun

Masing-masing pasangan memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka dengan semangat. Para calon juga berkesempatan menjawab berbagai pertanyaan dari siswa dan guru yang hadir, menciptakan suasana kampanye yang edukatif dan interaktif.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan (GTK), serta mahasiswa PPK (Program Profesi Keguruan) STAI PUI Majalengka. Kehadiran mahasiswa PPK memberikan warna tersendiri dengan kontribusi mereka dalam mendampingi siswa dalam memahami proses demokrasi yang sehat dan beretika.

Harapan besar tertanam dari pelaksanaan kampanye ini. Warga MAN 3 Majalengka berharap terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang amanah, inovatif, dan mampu membawa perubahan positif bagi sekolah. Selain itu, penerapan tema "Suara Demokrasi" melalui P5RA diharapkan dapat semakin memperkokoh nilai-nilai Pancasila dan keislaman dalam kehidupan siswa sehari-hari.

Pemungutan suara akan dilaksanakan esok hari, Jumat, 1 November 2024, dengan metode yang melibatkan seluruh siswa sebagai pemilih. Semoga proses ini menjadi cerminan pembelajaran demokrasi yang bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

Kontributor : Nana Misnara 








Wednesday, September 4, 2024

MPK MAN 3 Majalengka Gelar Aspirasi Day: Wadah Diskusi dan Perubahan Positif

Majalengka (Humas MAN 3 Majalengka) – Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) MAN 3 Majalengka menggelar acara "Aspirasi Day" sebagai wadah bagi para siswa untuk menyampaikan ide, kritik, serta saran terkait berbagai aspek kegiatan dan kebijakan di madrasah. Acara yang berlangsung di Ruang Belajar Bersama ini dihadiri oleh Kepala Madrasah Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., beserta Wakil Kepala Madrasah, didampingi Pembina OSIS dan MPK, Firman Saefatullah, S.Pd.I.
Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta lingkungan madrasah ini dipimpin langsung oleh Ketua MPK, Syeril Pebria Ayu. Dalam sambutannya, Syeril menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh siswa dalam menyampaikan aspirasi demi kemajuan bersama.

Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa yang aktif berkontribusi melalui Aspirasi Day. "Acara seperti ini sangat penting untuk menjaga keterbukaan antara pihak madrasah dan siswa, sehingga madrasah bisa terus berkembang sesuai kebutuhan dan harapan bersama," ujarnya.
Dengan adanya Aspirasi Day ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara siswa dan pihak madrasah, serta muncul ide-ide inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MAN 3 Majalengka.

Kontributor : Nana Misnara

Wednesday, August 21, 2024

Perpusa Mantika 2024 Meriahkan HUT RI ke-79

opening perpusa mantika

Jatiwangi, 19/8/2024. Dengan penuh keceriaan dan suasana hingar bingar, siswa-siswi MAN 3 Majalengka merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Ornamen bernuansa merah putih turut menggambarkan rasa gembira dan sekaligus bangga para pelajar ini. semua siswa seolah larut selarut-larutnya dalam lagu Hari Kemerdekaan.

Momen 17-an tahun ini mengambil tema Perayaan Pusaka Bangsa atau Perpusa. Peringatan ini dimaksudkan menjadi momentum terbangkitkannya kembali semangat patriotik para pelajar MAN 3 Majalengka. Sebagaimana diungkapkan oleh Sela Mar'atus Solihah selaku ketua OSIS, "Para pelajar harus mempunyai sikap patriotik dalam mengisi kemerdekaan, karena hanya dengan sikap inilah kita para pelajar tidak mudah lalai dan tetap mengisi kemerdekaan dengan aktivitas positif".

Perpusa tahun ini di isi dengan beberapa acara yang dinilai mampu meningkatkan gairah nasionalisme siswa-siswi MAN 3 Majalengka. Di Awali dengan Opening pembangkit semangat oleh Ibu Hj. Ela Nurlaela selaku Kepala Madrasah yang dengan lantang membacakan Teks Proklamasi. Pembacaan ini dimaksudkan untuk menjaga ingatan para siswa akan titik awal terbebasnya negara Indonesia dari semua bentuk penjajahan. 

Dengan pembacaan teks proklamasi juga diniscayakan bangkitnya semangat para pelajar untuk tetap menjaga eksistensi kemerdekaan Indonesia di tengah-tengah perhelatan dunia yang sedang diwarnai dengan persaingan Global. Firman Saefatullah, Pembina OSIS Mantika, mengungkapkan harapannya "Dalam Perpusa kali ini, semua siswa-siswi Mantika harus merasakan spirit perjuangan para penduhulu yang dengan pengorbanan maksimal merebut kemerdekaan dari para penjajah. Apalagi hari ini, persaingan Global tengah terjadi, eksistensi Indonesia sebagai negara Merdeka dan berdaulat harus mampu dipertahankan."

pemasangan 79 bendera di mantika

Acara yang tidak kalah membangkitkan nasionalisme adalah pemasangan Bendera Merah Putih Sebanyak 79 buah oleh para perwakilan kelas. Jumlah yang sama dengan usia kemerdekaan republik Indonesia ini menjadi penanda bahwa kita harus segera tinggal landas. Para pelajar yang di masa depan akan menjadi para pemimpin bangsa di berbagai elemen masyarakat, harus terus berkarya agar negara kita terus melasat menjadi negara maju. "Ya, para pelajar harus terus belajar agar mampu berkarya pada saat dibutuhkan menjadi pemimpin", ujar Firman.

Sebagai bentuk kegembiraan, kegiatan perpusa dilanjutkan dengan menghelat berbagai perlombaan antar guru dan antar siswa. Guru-guru dengan penuh semangat bertanding bola kasti, pertandingan yang seharusnya serius itu pun tak lepas dari gelak tawa para penontonnya. Ibu-ibu guru yang dalam kesehariannya menagajar di kelas, pada kesempatan itu harus berlari kesana kemari mengejar bola dan di keja pula oleh lawan mainnya.

Keseruan pun berlanjut dengan lomba-lomba antar siswa, diantaranya adalah lomba balap karung menggunakan helm, lomba etafer merias wajah temannya, lomba estafet memasukkan belum ke dalam botol, lomba traditional dance, vocal grup dan lomba makan kerupuk.

Semua perlombaan dilakukan dengan penuh kegembiraan, walaupun demikian dalam setiap lomba harus tetap dijaga sportifitas para pesertanya. Karena dengan jiwa sportif setiap setiap perlombaan akan memberikan rasa tenang kepada para peserta lainnya. "Walaupun dalam lomba menjadi kompetitor tapi akan tetap menjadi partner dalam tertawa, karena semua lomba didesain untuk menjadi ajang yang menyenangkan." Pungkas Firman.

Saturday, August 17, 2024

Ulang Tahun Kemerdekaan Masa Kini

Bulan agustus adalah bulan yang tak kan pernah terlupakan oleh bangsa Indonesia. Di Bulan ini, proklamasi kemerdekaan Indonesia di kumandangkan dengan lantang oleh Dwi Tunggal bung karno dan bung Hatta.

Semua perjuangan para pahlawan yang terdiri dari para tokoh agama, tokoh pemuda dan sebagian besar rakyat Indonesia seolah terbayar dengan di kumandangkannya proklamasi kemerdekaan indonesia pada 17 Agustus 1945.

Tak terasa sudah 79 tahun negara ini merdeka dan berdaulat. Jika kita melihat pada tahun- tahun dimana sebelum negara ini merdeka, banyak pertumpahan darah, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yg melawan belenggu penjajah.

Sekarang, kita tidak merasakan bagaimana menderitanya perjuangan para pahlawan pada waktu itu, yang menumpahkan darahnya demi kemerdekaan Indonesia tercinta ini. Namun, kita harus terus berusaha mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi dan karya.

Mari kita bersatu untuk menjadikan negara ini lebih maju, dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk negara tercinta ini. Semarakkan kemerdekaan HUT RI Ke -79, Merdeka.


Tulisan nominator sayembara menulis opini kemerdekaan OSIS/MPK MAN 3 Majalengka

Nama: Sherli Dwi Maharani  (Kelas XIIA / OSIS  Sekbid Imtaq)

Editor : Firman Saefatullah

Semangat Kemerdekaan

Merayakan hari kemerdekaan bukanlah suatu hal yang berlebihan untuk dirayakan, sebagai bentuk syukur kita atas kemerdekaan bangsa yang teramat istimewa, namun perlu di perhatikan makna dan manfaat di balik perayaan hari kemerdekaan.

Makna dari kemerdekaan juga bisa di lihat dari keseharian kita berkehidupan, apakah kita telah berhasil mengaplikasikan poin yang terkandung dalam pancasila, yang sering juga di sebut sebagai dasar negara dan sering di maknai sebagai pedoman dan prinsip dasar dalam berkehidupan, karena pada intinya makna kemerdekaan yang paling utama adalah untuk memberikan hal positif terhadap diri sendiri.

Adapun manfaat dari perayaan hari kemerdekaan ialah memperkenalkan bahwa ada sejarah yang sangat panjang dari negara kesatuan republik Indonesia, penting untuk selalu di tanamkan rasa kecintaan terhadap bangsa, melalui pengetahuan sejarah seseorang dapat meningkatkan kecintaannya terhadap bangsanya.

Semangat kemerdekaan harus selalu berkobar tidak hanya pada saat bulan kemerdekaan saja, pada dasarnya menjaga dan mengingat sejarah bangsa adalah kewajiban setiap individu warga negara.

Namun pada bulan kemerdekaan ini adalah momentum yang sangat tepat untuk kita menyalakan kembali api semangat yang mulai redup, memacu kembali tekad yang memudar, menguatkan kembali persatuan dan kesatuan untuk melanjutkan estafet kemerdekaan bangsa.



Tulisan nominator sayembara menulis opini kemerdekaan OSIS/MPK MAN 3 Majalengka

Penulis Opini : Ade Sutanto (Kelas XII F / OSIS Sekbid Kesehatan Jasmani dan Kebersihan)

Editor : Firman Saefatullah 

Friday, August 16, 2024

Harapan di Hari Merdeka

Jamak diketahui, Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun generasi muda saai ini, jarang yang mau memahami secara mendalam perjuangan mendapatkan kemerdekaan itu. Betapa sulit orang-orang terdahulu di tindas begitu kejam oleh para penjajah

Sekarang bangsa Indonesia akan mendekati hari kemerdekaan nya.  Sebagai sebuah bangsa kita perlu dan harus mengingat kemerdekaan indonesia ini sebagai bentuk hasil dari perjuaangan. Berapa sulitnya pahlawan-pahlawan kita mempertahankan tanah air indonesia.

Dalam bingkai kebangsaan kita harus dan senantiasa berbangga dan merayakan kemerdekaan ini dengan mengapresiasi jasa para pendahulu. Di samping itu kita juga harus senantiasa mendoakan pahlawan yg sudah meninggal mendahului kita.

Melihat dari histori hari kemerdekaan, pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki, sehingga pada waktu itu menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya.

Pada kesempatan itu, beberapa tokoh bangsa membuat naskah teks proklamasi, diantaranya adalah Soekarno yang dirumuskan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo, serta diketik oleh Sayuti Melik. Naskah proklamasi kemudian diikrarkan di kediaman Soekarno yang berlokasi di jalan pengangsaan timur nomor 56 Jakarta Timur pada pukul 10.00 wib.

Hal yg bisa kita ambil dari teks diatas adalah sebagai bangsa Indonesia kita patut mencontoh dan mengambil perilaku tersebut. Daintaranya adalah pantang menyerah terus berjuang yg harus di tanam kan dan diajarkan dari generasi ke generasi. Sehingga pada akhirnya menjadi generasi yang berguna untuk bangsa.


Tulisan nominator sayembara menulis opini kemerdekaan OSIS/MPK MAN 3 Majalengka

Penulis Opini : Muhamad fajar Maulana (XI-B / OSIS Sekbid Tata Bela Negara)

Editor : Firman Saefatullah 

Saturday, August 10, 2024

OSIS MANTIKA Ikuti Youth Camp KNPI Majalengka

 



Dua siswi perwakilan pengurus OSIS MAN 3 Majalengka ikuti Kemah Kemah para Gen Z atau kemah kekikinian. Kegiatan yang di gagas oleh DPD KNPI Majalengka ini dimulai hari ini, Sabtu 10/8/2024.

Sela Mar'atus Sholihah Kelas XII E dan Elsa Nur Rizki Yuliana Kelas XI E mendapat kesempatan mengikuti acara latihan kepemimpinan dasar siswa yang di kemas dengan tajuk Youth Camp KNPI Majalengka.

Bersama enam puluh pelajar tingkat SLTA lainnya, Sela dan Elsa akan berbaur menerima ilmu dari beberapa tokoh pemuda Majalengka dan Jawa Barat untuk berbagi pengalaman sukses mereka di bidang organisasi.

Youth Camp yang merupakan kegiatan pertama KNPI Majalengka yang melibatkan pelajar SLTA ini digelar di Bumi Perkemahan Cipanten Kawasan perhutanan pinus Argalingga. Buper yang terkenal dengan cuaca dingginnya yang ekstrem.

Sela yang juga ketua OSIS ini menyatakan senang bisa terpilih mengikuti kemah bersama teman-teman sebayanya. Begitu diberitahu rund down acara yang di jadwalkan selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Saya langsung antusias dan menyatakan siap untuk berangkat, ungkap Sela.

Begitu juga Elsa sangat tertarik mengikuti acara yang di gelar di alam terbuka ini. Pengalaman yang akan mengasyikkan, belajar di alam terbuka dengan suasana yang alami dan teman-teman baru yang mewakili sekolahnya masing-masing, tentunya akan menjadi pelajaran berharga bagi saya. Imbuh Elsa.

Firman Saefatullah selaku pembina OSIS MAN 3 Majalengka yang ikut mendampingi menambahkan, bahwa kegiatan semacam ini sangat diperlukan oleh para pengurus OSIS. Keilmuan yang di dapat melalui kegiatan ini akan menambah wawasan yang sudah didapat sebelumnya.

Bertambahnya wawasan tentang organisasi ini bisa di capai dalam waktu yang singkat karena disampaikan oleh orang yang berpengalaman dibidangnya dan tentunya juga didapat dari sharing bersama pengurus OSIS dari sekolah lain. "Silih simbeuhan ku pangaweruh jeng pangalaman" intinya. Pungkas Firman.

Sebagai tambahan informasi, di temui di sekretariat panitia, Ramlan Ramadlan selaku PIC peserta dari panitia mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksankan tiap tahun dengan harapan ditahun depan undangan sekolahnya akan bertambah banyak.

Kontributor : Firman Saefatullah






Thursday, August 8, 2024

Terasa Nyaman Lihat Senyuman Eteh



Pagi yang cerah dengan awan berarak semakin ceria, kondisi ini tercipta karena sambutan senyum merekah eteh dan akang OSIS di gerbang masuk madrasah. Kelakar salah seorang siswa MAN 3 Majalengka di pagi Kamis, 8/8/2024.

Hikmal, sembari tersenyum menyampaikan kesan yang mendalamnya. Hikmal menerangkan pengalamannya di setiap pagi hari ketika masuk gerbang mendapat sambutan hangat akang eteh OSIS.

Menurut saya sambutan akan eteh itu sangat berkesan, sehingga para siswa termotivasi untuk semangat menimba ilmu di madrasah. Di samping itu saya merasakan kenyamanan tersendiri mendapatkan perlakuan seperti itu, ujar Hikmal.

Dalam penjelasannya Sela Mar'atus Solihah, ketua OSIS Mantika menyebutkan bahwa program penyambutan ini dimaksudkan untuk membuat suasana keakraban antar pengurus OSIS/MPK dan semua siswa madrasah.



Suasana saling memberikan salam dan sapaan, selain sangat dianjurkan oleh Agama kita, merupakan cara bersosialisasi yang indah sebagai bentuk komunikasi yang harus terus terbangun antar siswa di madrasah, ungkap Sela.

Sela menambahkan, dengan pendekatan personal semacam ini diharapkan penegakkan kedisiplinan pun dapat diterapkan tanpa adanya paksaan, timbul dari kesadarannya masing-masing siswa.

Kehangatan yang terbangun melalui sambutan pagi hari, meniscayakan harapan timbulnya kesadaran teman-teman siswa untuk datang pagi dan berseragam rapih sesuai aturan. Pungkas Sela.

Sebagai tambahan informasi, kegiatan penyambutan siswa ini dilaksanakan oleh Akang eteh OSIS dan MPK secara bergantian sesuai dengan jadwal yang di sepakati oleh semua pengurus.


Kontributor : Firman Saefatullah


Wednesday, July 24, 2024

Hari Anak Nasional Momentum Berangus Judol di Kalangan Pelajar



Judol atau judi online menjadi fenomena menakutkan yang akhir-akhir ini merusak semua sendi kehidupan. Judi yang dulunya hanya dilakukan oleh kalangan tertentu di tempat-tempat tertentu dan hanya di waktu-waktu tertentu saja, hari ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan di tempat mana saja dan dalam waktu kapan saja.

Keadaan seperti ini tidak terlepas dari kemudahan bertransaksi elektronik melalui dunia maya. Pada dasarnya teknologi ini sejatinya dimanfaatkan untuk kemajuan peradaaban yang baik. Tapi seperti kepingan mata uang selalu memiliki wajah yang berbeda di sisi lainnya. Kemajuan ini juga dimanfaatkan untuk memudahkan tindak kejahatan.  

tingkat bahaya dari judol ini sudah merambah ke mana-mana. Hal ini bahkan menjadi program prioritas pemerintah saat ini untuk memberantas dan membumihanguskan judol sampai ke akar-akarnya. Karena tindak pidana yang dilakukan oleh para penjudi online sebagai effek lanjutannya sudah meresahkan dan pemberitaan tindak kriminalnya tidak lagi menjadi barang yang sulit di temukan berbagai media.

Pelajar Kecandual Judol

Pelaku judol sangat tidak mengenal usia. Di kalangan pelajar pun, ditemukan banyak pelaku judol dari yang baru coba-coba maupun yang sudah kecanduan. Lingkungan cyber yang memanjakan para pelajar untuk berperilaku layaknya para penjudi profesional dalam melakukan taruhan, menjadikan para pelajar banyak yang terjatuh dalam jebakan judol.

Sebagaimana siklus perjudian, judol pada awalnya menyuguhkan kamuflase kemenangan yang menggiurkan. Hal ini yang membuat para pelajar tertarik untuk mencobanya. Ketertarikan ini bisa karena faktor lingkungan dimana pelajar yang lain sudah mencobanya terlebih dahulu, atau ada pengaruh di luar lingkungan pelajar yang mengkontaminasinya. 

Faktor kebutuhan akan aktualisasi diri pun tak luput dari penyebab kecanduan para pelajar terhadap perjudian ini. Aktualisasi para pelajar sebagai bentuk eksistensi dirinya pada lingkungan membutuhkan finansial yang terbilang tidak sedikit. Kebutuhan yang pada hakikatnya bukan primer ini kerap mendasari para pelajar terjerumus judol.

Minimnya literasi hukum juga bisa menjadi alasan para pelajar bertransaksi di judi digital. Ketidaktahuan sanksi hukum atas perilaku menyimpang berbau pidana ini melatarbelakangi para pelajar memilih untuk mempunyai hobby judi. Walaupun sebenarnya sesuatu yang jamak difahami oleh awam sekalipun bahwa judi melanggar norma hukum, namun karena abai akhirnya para pelajar keasyikan berjudi online.



Hari Anak Momentum Berangus Judol

Hari anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 bulan Juli, selalu dirayakan sebagai Hari Raya-nya anak-anak. Di hari ini anak-anak se Indonesia dimanjakan dengan ucapan selamat dari pihak-pihak yang berkepentingan. Ucapan yang disampaikan baik melalui lisan via video ataupun melalui tulisan di beragam media cetak dan elektronik. 

Menurut hemat penulis, ucapan selamat ini jangan sampai berhenti pada kalimat verbal dan teks yang terbatas kebermanfaatannya. Ucapan selamat pada dasarnya mengandung makna menularkan kebahagiaan dari si pemberi ucapan ke penerimanya. Agar makna ini meluas kemanfaatannya, maka kristalisasi ucapan menjadi tindakan nyata sangat diperlukan,

Begitu juga, tindakan nyata untuk menyelamatkan anak-anak yang nota bene masih pelajar dari jeratan judi online menjadi signifikan. Penyelamatan yang harus difahami sebagai upaya menjaga generasi agar mampu dititipi asa meneruskan perjuangan bangsanya. karena tanpa ikhtiar penyelamatan ini, para pelajar akan terus termanipulasi oleh mashsyurnya judol sebagai gaya hidup.

Upaya ini dalam hemat penulis harus lahir batin. Sebagaimana salah satu lirik dalam lagu kebangsaan kita, "Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya". Membangunkan kejiwaaan para pelajar akan bahaya judol dan menyadarkannya untuk menghindar. Kejiwaan para pelajar yang masih labil diarahkan dan dimasnifestasikan ke dalam karya-karya yang bermanfaat. 

Dalam usaha yang bersifat batiniyah ini dibutuhkan kematangan strategi dan kepiawaian membangun situasi. Karena hari ini situasi sudah terlanjur menghendaki terjerumusnya para pelajar ke buaian judol. Maka reka kondisi harus nahkodai para orang dewasa yang sadar dan para pelajar yang belum terjerumus. Hal itu sendiri menjadi atmosfer pembeda yang diniscayakan mampu menyelamatkan perahu para pelajar menuju pelabuhan masa depannya.

Usaha batiniyah ini bisa berupa pendalaman pemahaman keagamaan dan pencerahan literasi. Tentu upaya ini harus melibatkan para ahli di bidangnya dan para penggerak yang mau dan mampu terlibat dalam agenda besar ini. Peran para guru agama di sekolah dan guru-guru lainnya untuk mengajarkan moral dan ahlakul karimah ke kalangan pelajar menjadi urgen. Agar proses pencerahan ini berjalan dengan optimal karena didukung oleh ahlinya.

Dengan pencerahan literasi pula, para pelajar didorong untuk memilih beragam konsentrasi dan aktifitas yang dapat menjauhkannya dari judol. Hasanah berabagai keilmuan yang dipelajari akan memudahkan para pelajar terbiasa untuk merangkai kesehariannya dengan perilaku dan kebiasaan yang positif. yang pada akhirnya diharapkan mampu memberangus hal negatif terlebih judol.

Beriringan dengan usaha batin, usaha lahir melalui kegiatan-kegiatan kreatif akan mampu membawa para pelajar kembali ke rel nya. Daya kreatif yang seolah dibungkam oleh kebiasaan memainkan jempol di arena judi online harus dihidupkan kembali. karena dengan kreatifitas itulah para pelajar bisa berdayaguna dan melepaskan pengaruh lingkungan yang tidak baik tadi.

Sekolah selaku wahana tempat tumbuhkembangnya harus mampu menciptakan program-program unggulan pemberangus judol pada para pelajar didalamnya. Dimulai dari pencegahan yang massif sampai pada penindakan yang selayaknya perlu dilakukan, sebagai usaha tanpa henti untuk menghentikan gerak laju judol ini,

Akhirnya, penulis selaku pendidik mengajak semua lingkungan pendidikan, yang terdiri dari sekolah, keluarga dan masyarakat, untuk bahu membahu saling membantu menanggulangi bahaya judol di kalangan pelajar dan mengembalikan masa depan para pelajar yang cerah dan mencerahkan tanpa judol. 

Di tulis di Ruang Guru MAN 3 Majalengka pada 24 Juli 2024 oleh Firman Saefatullah

Sunday, July 21, 2024

Pembina Baru Semangati Pengurus OSIS dan MPK dengan Surat Al Insyirah




Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesunggguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, dua ayat dalam surat al Insyirah ini yang harus menjadi prinsip khidmah Osis dan MPK, ujar Firman Saefatullah selaku pembina Baru OSIS/MPK MAN 3 Majalengka dalam sambutan perdananya di rapat gabungan OSIS/MPK, Jum'at, 19/07/2024. 

Dalam dinamika berorganisasi tidak luput dari adanya masalah yang sejatinya harus di hadapi, tapi tidak jarang pengurus organisasi merasa sudah melakukan banyak hal untuk mengatasinya tapi tidak juga teratasi, sehingga kerap menimbulkan perasaan putus asa dan tidak sedikit juga yang kemudian menyerah. dalam situasi seperti ini Firman dalam sambutannya menyemangati para pengurus OSIS/MPK untuk tetap bertahan.

Firman menyitir ayat yang diulangi dua kali dalam surat al Insyirah, Fa Inna ma'al 'usri yusro inna ma'a 'usri yusro. Lebih lanjut Firman yang sebelumnya menjadi pembina Pramuka ini menjelaskan, bahwa disebutkannya berulang itu menegaskan bahwa isi kandungan ayat tersebut benar-benar harus dipedomani dalam kehidupan sehari-hari, dan cocok sekali dijadikan prinsip berkhidmah di dalam organisasi OSIS maupun MPK.

Pengurus OSIS/MPK itu adalah pelajar-pelajar pilihan, yang mempunyai potensi dan mau mengaktualisasikan potensinya itu untuk berkhidmah ke Madrasah. Firman menyebutkan ada beberapa kriteria pelajar dalam menyikapi pilihan berorganisasi.

Ada pelajar yang mengetahui bahwa dia mempunyai potensi dan mau mengaktulisasikannya untuk bermaslahat melalui organisasi, ada pelajar yang mengetahui bahwa dia berpotensi tapi tidak mau mengaktulisasikannya dengan berorganisasi. Dan para pengurus OSIS/MPK ini sudah berada dalam pilihan yang benar, tegas Firman.



Di akhir sambutan Firman mengingatkan Pengurus Osis dan MPK untuk tidak mudah menyerah dalam berbagai situasi. Karena kita harus meyakini bahwa kita merupakan solusi dari setiap masalah yang kita hadapi. Kalau kita ragu akan kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah maka kita akan rugi, karena kita akan mudah lari dari permasalah yang ada. 

Dalam pertemuan yang dihadiri hampir semua pengurus OSIS/MPK itu juga di isi dengan evaluasi program kerja. Baik kegiatan yang sudah di lakukan oleh OSIS dan MPK di setengah tahun ke belakang, maupun evaluasi dan reorientasi rencana kerja setengah tahun kedepan.