Podcast Man 3 Majalengka diinisiasi oleh ide besar Kepala Madrasah, Ela Nurlaela, M. Pd yang berharap adanya ikhtiar optimalisasi peran media sosial yang dimiliki madrasah dan ekstrakulikuler. Setiap media social diharapkan mampu berperan dalam publikasi kegiatan dan rencana program madrasah.
Media sosial menjadi tempat bercengkerama para netizen lintas generasi.
Tempat interkasi ini menjadi pilihan yang terbaik untuk medeklarasikan keterbukaan
informasi dan jalan ninja kehumasyan guna ketercapaian penerimaan dari
stakeholder Madrasah. Dari Mulai murid dan calon murid hingga orang tua murid
dan orang tua calon murid, dominan berinteraksi di wasilah kekinian tersebut.
Kreatifitas strategi
Sebagai kepala Madrasah, Ela berharap semua tayangan Podcast dijadikan
sebagai mercusuar dengan jangkaun yang jauh. Pada pelaksanaanya mercusuar ini meniscayakan
tersebarnya berita-berita tentang MAN 3 Majalengka melalui penayangan video obrolan
santai tapi berbobot itu.
Ide ini terlontar dalam kesempatan diskusi Bersama tenaga pendidik dan
kependidikan MAN 3 Majalengka pada awal semester genap tahun Pelajaran 2025/2026.
Ela memaparkan strategi Sistem Penerimaan Murid Baru di awal tahun Pelajaran yang
akan datang. Salah satu yang dicetuskan olehnya adanya kreatifitas baru dalam
mengemas misi rekrutmen siswa ini melalui usaha mempublikasikan Madrasah lewat
jalur dalam jaringan atau online berbasis media social yang trending.
Pilihan Podcast sebagai jalur publikasi bukan tanpa Analisa. Media social
kekinian kerap menampilan Podcast sebagai adegan obrolan ringan membahas
tema-tema yang pada hakikatnya berat, akan tetapi ditampilkan dengan
kalimat-kalimat yang ringan dan mudah dimengerti pemirsa. Dipilihlah ekstrkulikuler
Jurnalistik untuk menggawangi program Podcast besutan pemimpin Perempuan kekinian
ini.
Strategi yang kreatif sangat dibutuhkan dalam berkontestasi di musim rekrutmen
murid baru tahun depan. Pemanpatan fasilitas multimedia yang madrasah miliki dan
pemberdayaan esktrakulikuler yang juga mengawal visi misi madrasah menjadi 2
garda utama dalam pelaksaanaan strategi kreatif Bernama Podcat ini, jelas Ela
Nurlaela.
Podcast dan Jurnalistik
Menjadi leading sector program yang sama sekali baru di lingkungan MAN
3 Majalengka, ekstrakulikuler Jurnalistik merasa tertantang dan melabeli
dirinya sebagai pembelajar keras (Hard leaner). Sebagaimana di katakan Firman
Saefatullah, M. Pd selaku Pembina ekstrakulikuler Jurnalsitik Mantika bahwa Untuk
menyiapkan adegan ngobrol santai yang direkam secara ciamik tentu membutuhkan
persiapan yang tidak sederhana.
Program baru ini menjadi tantangan yang diawal menerimanya tidak mudah kita urai dari mana kita memulainya, akan tetapi berkat arahan dari bu kepala Madrasah yang menghendaki Beber bari Layar (sunda red) maka Bismillah kita melabuhkan prinsip melaksanakan amanh dengan Learning by Doing. Sehingga dapat dilalui tahapan yang kita urai dari mulai menyiapkan perangkat baik keras maupun halus sampai membekali SDM siswa jurnalsitik dengan ilmu komunikasi dan operasinoal perangkat tadi. Ujar Firman.
Uji coba menjadi pintu gerbang pelaksanaan program ini, nara sumber dan pembawa acara yang dipirsakanpun masih gagap kamera. Dalam kesempatan lain kamera masih belum mau bersahabat dengan perangat lainnya. Audio yang tidak sinkron dengan tangkapan gambar masih sering ditemui. Tantangan yang ada tidak menjadikan aral bagi semua crew Jurnalistik mantika. Justru apa yang ditemui dijadikan sebagai sumber belajar untuk menciptakan adegan ngobrol santai yang mendekati sempurna. Pungkas Firman.
