Jatiwangi (MAN 3 Majalengka) — Mentari pagi baru mulai meninggi ketika ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka memasuki lapangan upacara, Senin (20/7/2026). Berbalut seragam yang rapi, mereka berdiri membentuk barisan-barisan yang tertata. Di hadapan Sang Merah Putih, seluruh warga madrasah larut dalam suasana yang hening dan penuh khidmat, menandai dimulainya upacara bendera sebagai pembuka aktivitas pembelajaran di awal pekan.
Lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema mengiringi pengibaran bendera. Sesaat kemudian, suasana berubah semakin syahdu ketika seluruh peserta mengheningkan cipta. Tidak ada percakapan yang terdengar. Yang tampak hanyalah wajah-wajah penuh kesungguhan, mencerminkan penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus tekad untuk menjadi generasi penerus yang bertanggung jawab.
Momentum tersebut menjadi semakin bermakna ketika Nunung Nuraisyah, S.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat kepada seluruh peserta. Ia mengajak para siswa untuk tidak sekadar datang ke madrasah demi memenuhi kewajiban, tetapi menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk belajar, berproses, dan membalas perjuangan orang tua dengan prestasi serta akhlak yang baik.
"Ikrar yang kalian ucapkan hari ini adalah komitmen untuk belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan menjaga nama baik madrasah. Wujudkan juga dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, karena madrasah yang bersih mencerminkan karakter pelajarnya," pesannya.
Amanat tersebut seolah menemukan puncaknya ketika seluruh siswa bersama-sama mengucapkan Ikrar Pelajar. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, mereka meneguhkan janji untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menaati tata tertib, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga martabat sebagai pelajar madrasah. Kalimat demi kalimat yang diucapkan serempak menggema di lapangan, menjadi pengingat bahwa setiap hak selalu diiringi dengan tanggung jawab.
Bagi MAN 3 Majalengka, pembacaan Ikrar Pelajar bukan sekadar pelengkap rangkaian upacara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembiasaan karakter yang terus ditanamkan agar nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian tumbuh menjadi budaya di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sapi'i, S.Pd., mengatakan bahwa karakter peserta didik dibentuk melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya melalui penyampaian teori di dalam kelas.
"Kami ingin siswa membiasakan hal-hal baik setiap hari. Disiplin, menghormati guru, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab merupakan bagian dari karakter yang harus tumbuh dalam diri setiap peserta didik," ujarnya.
Menurutnya, pembiasaan seperti upacara bendera dan pembacaan Ikrar Pelajar menjadi media efektif untuk mengingatkan kembali tujuan utama siswa datang ke madrasah, yakni menuntut ilmu sekaligus membentuk akhlak yang mulia.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam setiap program pembinaan di madrasah. Prestasi akademik, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembentukan pribadi yang jujur, disiplin, religius, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui upacara bendera yang berlangsung penuh khidmat itu, MAN 3 Majalengka kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membangun karakter. Dari lapangan upacara, nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kebersihan kembali ditanamkan sebagai bekal bagi para pelajar dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Kontributor: Firman Saefatullah (Pemb. Jurnalistik)

No comments:
Post a Comment