Pusat Informasi dan Publikasi MAN 3 Majalengka

Monday, September 28, 2026

Dari ITB ke Laboratorium Madrasah, Guru Fisika MAN 3 Majalengka Siapkan Praktikum Berbasis Mikrokontroler

BANDUNG (MAN 3 Majalengka) — Pengalaman merancang instrumen praktikum berbasis mikrokontroler di Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi bekal bagi Guru Fisika MAN 3 Majalengka, Nunung Nuraisyah, S.Pd., untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi di madrasah. Hal tersebut menjadi salah satu hasil dari Pelatihan Perancangan dan Instrumentasi Praktikum Fisika Berbasis Mikrokontroler bagi Guru Madrasah se-Jawa Barat di Gedung BSC A ITB, Sabtu (26/9/2026).

Tidak sekadar mengikuti materi, Nunung terlibat dalam sesi praktik perancangan instrumentasi yang dapat digunakan untuk menunjang eksperimen Fisika. Pengalaman tersebut membuka peluang pengembangan perangkat praktikum yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah.

Pelatihan diikuti guru Fisika jenjang MA/SMA dari berbagai daerah di Jawa Barat. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep instrumentasi, pemanfaatan mikrokontroler, serta praktik pengembangan perangkat yang dapat mendukung proses pengukuran dalam eksperimen Fisika.

Bagi Nunung, bagian praktik menjadi pengalaman penting karena memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi dapat dihubungkan dengan materi Fisika yang dipelajari siswa.

“Yang menarik dari pelatihan ini adalah kami bisa langsung mencoba dan melihat bagaimana mikrokontroler dapat dimanfaatkan dalam praktikum Fisika. Ini memberikan gambaran bahwa teknologi yang sebelumnya terasa cukup jauh dari pembelajaran sehari-hari ternyata bisa dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan praktikum,” ujar Nunung.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut akan menjadi bahan untuk melihat kemungkinan penerapan instrumentasi sederhana berbasis mikrokontroler di MAN 3 Majalengka.

“Kami ingin apa yang dipelajari tidak berhenti di pelatihan. Setelah kembali ke madrasah, saya akan mencoba mengembangkan dan menyesuaikannya dengan materi serta kondisi yang ada di laboratorium sehingga bisa benar-benar digunakan oleh siswa,” katanya.

Pemanfaatan mikrokontroler dalam praktikum dapat membantu siswa melihat hubungan antara konsep Fisika dan teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prosesnya, siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga dapat dilibatkan dalam kegiatan mengamati, mengukur, mencoba, dan menganalisis hasil percobaan.

Selain membawa hasil pelatihan ke MAN 3 Majalengka, Nunung juga berencana berbagi pengalaman dengan guru Fisika lainnya melalui forum MGMP Fisika Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, berbagi praktik baik menjadi bagian penting agar pemanfaatan teknologi pembelajaran dapat berkembang melalui kolaborasi antarguru.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-teman guru Fisika lainnya. Barangkali dari diskusi bersama nanti muncul ide-ide baru yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing madrasah,” tutur Nunung.

Pelatihan tersebut juga mempertemukan para guru dengan perkembangan instrumentasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi mikrokontroler. Interaksi selama kegiatan menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang penerapan teknologi dalam praktikum Fisika.

Keikutsertaan Nunung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran Fisika di MAN 3 Majalengka. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan praktikum yang lebih kontekstual dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

Dengan demikian, pelatihan yang berlangsung di lingkungan perguruan tinggi teknologi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pengembangan kompetensi guru, tetapi menjadi awal untuk membawa pengalaman teknologi ke ruang belajar dan laboratorium madrasah.

Kontributor: Firman Saefatullah

Khutbah Jumat di MAN 3 Majalengka Dorong Warga Madrasah Hadirkan Manfaat bagi Sesama


Jatiwangi (MAN 3 Majalengka)
— Kepedulian tidak selalu lahir dari tindakan besar. Membantu teman, berbagi pengetahuan, memberikan kemudahan, hingga meringankan kesulitan orang lain merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan siapa saja. Pesan inilah yang menjadi penekanan dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka, Jumat (4/9/2026).

Khutbah yang disampaikan Firman Saefatullah, M.Pd., tersebut mengajak jamaah untuk menjadikan sikap saling membantu sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, khususnya dalam kehidupan di lingkungan madrasah.

Menurut Firman, Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian terhadap sesama. Sikap tersebut tidak harus diwujudkan melalui bantuan dalam bentuk materi, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia menjelaskan, lingkungan madrasah merupakan ruang yang tepat untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut. Siswa dapat membangun kepedulian dengan membantu teman dalam proses belajar, berbagi pengetahuan, serta memberikan dukungan ketika ada teman yang menghadapi kesulitan.

“Jangan menunggu mampu melakukan sesuatu yang besar. Kebaikan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang membuat orang lain merasa terbantu,” ujar Firman dalam khutbahnya.

Firman juga mengingatkan jamaah mengenai keutamaan memberikan kemudahan kepada orang yang sedang menghadapi kesulitan. Pesan tersebut diperkuat dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA.

“Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan antarsesama tidak hanya dibangun melalui komunikasi, tetapi juga melalui kepedulian dan kesediaan untuk hadir ketika orang lain membutuhkan bantuan.

Di lingkungan madrasah, nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai bentuk. Siswa dapat saling membantu dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah, sedangkan guru dan tenaga kependidikan dapat membangun budaya kerja yang dilandasi semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Shalat Jumat yang diikuti guru, tenaga kependidikan, dan siswa MAN 3 Majalengka berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari pembinaan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan di lingkungan madrasah.

Melalui kegiatan keagamaan, pesan-pesan moral dan nilai keislaman terus diberikan kepada peserta didik agar tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan untuk peduli terhadap sesama juga diharapkan dapat menciptakan suasana madrasah yang lebih harmonis. Ketika warga madrasah terbiasa membantu dan memberikan manfaat, hubungan antarsiswa maupun antara siswa dengan guru dapat terbangun secara lebih positif.

Kegiatan Shalat Jumat kemudian ditutup dengan doa bersama. Jamaah mendoakan keluarga besar MAN 3 Majalengka agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta aktivitas sehari-hari.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, MAN 3 Majalengka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kontributor: Firman Saefatullah

Monday, September 21, 2026

Astri Nurul Alifah Raih Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat ASEAN

MAJALENGKA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 3 Majalengka. Astri Nurul Alifah, siswa kelas XII, berhasil meraih juara 3 pada Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Lomba tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Aula ICC UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 29 pelajar yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, serta beberapa pelajar dari negara jiran. Persaingan yang ketat tidak menyurutkan langkah Astri untuk tampil maksimal di hadapan dewan juri dan berhasil menyisihkan banyak peserta lainnya hingga naik ke podium juara.

Pembimbing lomba, H. Agus Jamaluddin, S.Ag., M.M.Pd., mengaku senang dan bersyukur atas capaian yang diraih anak didiknya. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Ini adalah buah dari kerja keras, latihan yang tekun, dan doa dari semua pihak," ujarnya.


Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., turut menyampaikan kebahagiaannya atas torehan prestasi tersebut. "Kami sangat bahagia dan bangga atas prestasi yang diraih Astri. Ini menjadi bukti bahwa siswa MAN 3 Majalengka mampu bersaing di tingkat yang lebih luas, bahkan hingga level ASEAN. Semoga prestasi ini memotivasi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama madrasah," tuturnya.


Keberhasilan Astri diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik MAN 3 Majalengka untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang bahasa Arab. Madrasah pun berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi siswa dalam berbagai ajang kompetisi di masa mendatang.

Kontributor: H. Agus Jamaluddin, S.Ag., M.M.Pd.