BANDUNG (MAN 3 Majalengka) — Pengalaman merancang instrumen praktikum berbasis mikrokontroler di Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi bekal bagi Guru Fisika MAN 3 Majalengka, Nunung Nuraisyah, S.Pd., untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi di madrasah. Hal tersebut menjadi salah satu hasil dari Pelatihan Perancangan dan Instrumentasi Praktikum Fisika Berbasis Mikrokontroler bagi Guru Madrasah se-Jawa Barat di Gedung BSC A ITB, Sabtu (26/9/2026).
Tidak sekadar mengikuti materi, Nunung terlibat dalam sesi praktik perancangan instrumentasi yang dapat digunakan untuk menunjang eksperimen Fisika. Pengalaman tersebut membuka peluang pengembangan perangkat praktikum yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah.
Pelatihan diikuti guru Fisika jenjang MA/SMA dari berbagai daerah di Jawa Barat. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep instrumentasi, pemanfaatan mikrokontroler, serta praktik pengembangan perangkat yang dapat mendukung proses pengukuran dalam eksperimen Fisika.
Bagi Nunung, bagian praktik menjadi pengalaman penting karena memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi dapat dihubungkan dengan materi Fisika yang dipelajari siswa.
“Yang menarik dari pelatihan ini adalah kami bisa langsung mencoba dan melihat bagaimana mikrokontroler dapat dimanfaatkan dalam praktikum Fisika. Ini memberikan gambaran bahwa teknologi yang sebelumnya terasa cukup jauh dari pembelajaran sehari-hari ternyata bisa dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan praktikum,” ujar Nunung.
Ia mengatakan, pengalaman tersebut akan menjadi bahan untuk melihat kemungkinan penerapan instrumentasi sederhana berbasis mikrokontroler di MAN 3 Majalengka.
“Kami ingin apa yang dipelajari tidak berhenti di pelatihan. Setelah kembali ke madrasah, saya akan mencoba mengembangkan dan menyesuaikannya dengan materi serta kondisi yang ada di laboratorium sehingga bisa benar-benar digunakan oleh siswa,” katanya.
Pemanfaatan mikrokontroler dalam praktikum dapat membantu siswa melihat hubungan antara konsep Fisika dan teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prosesnya, siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga dapat dilibatkan dalam kegiatan mengamati, mengukur, mencoba, dan menganalisis hasil percobaan.
Selain membawa hasil pelatihan ke MAN 3 Majalengka, Nunung juga berencana berbagi pengalaman dengan guru Fisika lainnya melalui forum MGMP Fisika Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, berbagi praktik baik menjadi bagian penting agar pemanfaatan teknologi pembelajaran dapat berkembang melalui kolaborasi antarguru.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-teman guru Fisika lainnya. Barangkali dari diskusi bersama nanti muncul ide-ide baru yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing madrasah,” tutur Nunung.
Pelatihan tersebut juga mempertemukan para guru dengan perkembangan instrumentasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi mikrokontroler. Interaksi selama kegiatan menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang penerapan teknologi dalam praktikum Fisika.
Keikutsertaan Nunung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran Fisika di MAN 3 Majalengka. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan praktikum yang lebih kontekstual dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.
Dengan demikian, pelatihan yang berlangsung di lingkungan perguruan tinggi teknologi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pengembangan kompetensi guru, tetapi menjadi awal untuk membawa pengalaman teknologi ke ruang belajar dan laboratorium madrasah.
Kontributor: Firman Saefatullah

No comments:
Post a Comment