Di ruang BK, berbagai media informasi dan edukasi terpampang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai layanan bimbingan dan konseling. Beberapa di antaranya memuat mekanisme kerja BK, struktur organisasi layanan, hingga pesan “BK Peduli Siswa” yang menegaskan fungsi BK sebagai tempat siswa mendapatkan pendampingan dan solusi.
Guru BK MAN 3 Majalengka, Hanna Fatma K., S.Sos., menjelaskan bahwa suasana dan informasi yang tersedia di ruang BK diupayakan dapat membuat siswa merasa lebih nyaman ketika membutuhkan layanan.
“Ruang BK kami upayakan menjadi tempat yang ramah bagi siswa. BK bukan polisi sekolah, tetapi sahabat dan pendamping yang siap mendengar, memahami, dan membantu siswa menghadapi berbagai persoalan,” ungkap Hanna Fatma K., S.Sos.
Dalam aktivitas pelayanan sehari-hari, Guru BK juga melakukan administrasi dan pendampingan siswa sebagai bagian dari layanan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari pribadi, sosial, belajar, hingga perencanaan karier.
Penataan ruang BK dengan berbagai media informasi diharapkan dapat mengubah pandangan bahwa datang ke ruang BK hanya ketika siswa memiliki masalah. Sebaliknya, siswa dapat memanfaatkan layanan BK untuk mengenali potensi diri, berkonsultasi, memperoleh informasi, dan merencanakan masa depan.
Harapan
Hanna Fatma K., S.Sos. berharap keberadaan ruang BK yang nyaman dan informatif dapat semakin meningkatkan kepercayaan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling.
“Kami berharap siswa tidak ragu untuk datang ke ruang BK. Tidak harus menunggu memiliki masalah, karena BK juga menjadi tempat untuk berdiskusi, mengenali potensi, dan mempersiapkan masa depan,” tambah Hanna.
Melalui layanan yang humanis dan terbuka, MAN 3 Majalengka berkomitmen menjadikan BK sebagai bagian penting dalam mendukung perkembangan karakter, kemandirian, dan kesiapan masa depan peserta didik.
Kontributor : Hanna

No comments:
Post a Comment