Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Mencari Informasi tentang Tokoh Inspiratif” yang dilaksanakan di kelas XII A pada Senin (6/10/2026) di bawah bimbingan guru Bahasa Indonesia, Hj. Edah Jubaedah, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, siswa bekerja secara berkelompok untuk mencari tokoh inspiratif yang memiliki pengalaman, prestasi, karya, maupun kontribusi positif di lingkungan sekitar. Mereka tidak sekadar mengandalkan informasi dari buku, tetapi melakukan penggalian informasi melalui wawancara, observasi, serta studi pustaka digital.
Menariknya, tokoh yang dipilih cukup beragam. Beberapa kelompok menggali informasi mengenai guru Tata Busana yang memiliki prestasi, pembina Pramuka yang aktif membina peserta didik, hingga pelaku UMKM yang merupakan alumni madrasah.
Informasi yang dikumpulkan meliputi identitas tokoh, latar belakang dan perjalanan hidup, prestasi atau karya, kontribusi, hingga nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Selanjutnya, hasil pengumpulan informasi tersebut diolah menjadi teks biografi.
Salah seorang siswa mengaku bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan dengan membaca materi dari buku.
“Menurut saya, pembelajaran kali ini lebih menarik karena kami langsung mencari informasi dari tokohnya. Dari wawancara, kami bisa mengetahui perjuangan dan pengalaman beliau secara langsung, sehingga lebih mudah memahami bagaimana sebuah keberhasilan diraih,” ungkap salah seorang siswa kelas XII A.
Siswa lainnya menilai kegiatan tersebut membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengolah informasi.
“Kami tidak bisa langsung memasukkan semua informasi yang kami dapat. Kami harus memastikan apakah informasi tersebut benar dan membedakan antara fakta dengan pendapat. Itu membuat kami belajar lebih teliti,” tuturnya.
Sementara itu, proses pembelajaran juga memberikan pengalaman kepada siswa dalam memanfaatkan teknologi. Hasil pencarian informasi tidak hanya disusun dalam bentuk teks, tetapi dikembangkan menjadi E-Book dan video pendek untuk kemudian dipresentasikan di hadapan teman-teman sekelas.
Salah seorang siswa lainnya mengungkapkan bahwa pembuatan E-Book dan video membuat proses belajar terasa lebih kreatif.
“Selain belajar Bahasa Indonesia, kami juga belajar membuat karya digital dan bagaimana menyampaikan informasi supaya menarik bagi orang lain. Kami jadi lebih percaya diri ketika mempresentasikan hasil kerja kelompok,” ujarnya.
Menurut Edah, pembelajaran ini dirancang agar siswa tidak hanya mampu mencari informasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengolah dan menilai informasi secara kritis.
“Siswa perlu belajar membedakan mana fakta dan mana opini serta memastikan keakuratan informasi yang mereka peroleh. Melalui kegiatan wawancara, observasi, dan studi pustaka, mereka belajar bahwa menulis biografi tidak cukup hanya dengan mengumpulkan informasi, tetapi juga harus mampu menyajikannya secara objektif dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran tentang tokoh inspiratif juga memiliki nilai pendidikan karakter. Ketika siswa berinteraksi langsung dengan tokoh yang mereka pilih, mereka dapat melihat secara lebih nyata proses perjuangan, pengalaman, prestasi, dan nilai-nilai positif yang dimiliki tokoh tersebut.
Pembelajaran ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kompetensi sekaligus. Siswa belajar membaca informasi, melakukan wawancara, menulis, berbicara, bekerja sama, menggunakan teknologi, sekaligus berpikir kritis dalam menentukan informasi yang dapat dipercaya.
Dari Lingkungan Sekitar, Menemukan Inspirasi
Pemilihan tokoh dari lingkungan sekitar juga memberikan pesan penting bahwa inspirasi tidak selalu harus dicari dari sosok yang jauh atau terkenal. Guru, pembina, alumni, pelaku usaha, maupun masyarakat di sekitar madrasah dapat menjadi sumber pembelajaran ketika memiliki pengalaman dan nilai kehidupan yang positif.
Melalui proses tersebut, siswa diajak melihat bahwa setiap orang memiliki cerita perjuangan masing-masing. Dari cerita tersebut terdapat nilai-nilai seperti kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, keberanian, kreativitas, dan tanggung jawab yang dapat menjadi bekal bagi kehidupan siswa.
Harapan
Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan tidak hanya semakin terampil menggunakan Bahasa Indonesia dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai informasi di era digital.
Lebih dari itu, pengalaman berinteraksi langsung dengan tokoh inspiratif diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk terus belajar dan berprestasi. Mereka diharapkan memahami bahwa setiap keberhasilan memiliki proses dan perjuangan, serta mampu mengambil nilai-nilai keteladanan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 3 Majalengka pun diharapkan semakin menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna, sehingga siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Kontributor : Edah Jubaedah

No comments:
Post a Comment