Majalengka (MAN 3 Majalengka) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka turut mendukung pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelaksanaan AKGTK menjadi bagian penting dalam upaya memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah.
AKGTK dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026. Sebanyak 32 guru MAN 3 Majalengka mengikuti asesmen sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Berbeda dengan pelaksanaan asesmen yang terpusat dalam satu ruangan, AKGTK kali ini dilaksanakan secara mandiri dari tempat masing-masing peserta. Setiap peserta mengikuti asesmen menggunakan perangkat komputer atau laptop yang tersedia dengan dukungan jaringan internet yang memadai.
Meskipun dilaksanakan secara mandiri dari tempat masing-masing, seluruh proses AKGTK tetap berada dalam pengawasan ketat melalui sistem. Peserta wajib melakukan registrasi dan login menggunakan akun masing-masing melalui aplikasi AKGTK Kementerian Agama. Sistem pengawasan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan asesmen berlangsung tertib, objektif, jujur, dan berintegritas.
Pelaksanaan AKGTK di MAN 3 Majalengka berlangsung dalam tiga sesi, yaitu Sesi 1 pukul 07.30–09.30 WIB, Sesi 2 pukul 10.40–12.15 WIB, dan Sesi 3 pukul 13.00–15.00 WIB. Peserta mengikuti sesi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
AKGTK merupakan program evaluasi nasional Kementerian Agama yang dirancang untuk mengukur dan memetakan kompetensi guru, kepala madrasah, serta tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. Asesmen mencakup kemampuan literasi, numerasi, serta kompetensi bidang sesuai dengan tugas dan profesi masing-masing.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan AKGTK sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme guru madrasah.
“AKGTK menjadi kesempatan bagi guru untuk mengukur dan merefleksikan kompetensi yang dimiliki. Meskipun pelaksanaannya dilakukan secara mandiri dari tempat masing-masing, sistem pengawasan tetap berjalan dengan ketat sehingga integritas asesmen dapat terjaga,” ungkap Hj. Ela Nurlaela, M.Pd.
Hj. Ela Nurlaela juga menekankan pentingnya kesiapan peserta dalam mengikuti setiap tahapan asesmen. Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi sesuai bidang tugas, tetapi juga perlu terus mengembangkan kemampuan melalui proses belajar dan refleksi secara berkelanjutan.
Salah seorang peserta AKGTK, H. Agus Jamaluddin, M.M.Pd, mengungkapkan bahwa asesmen memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi guru. Selain menguji kemampuan, soal-soal yang diberikan juga mendorong peserta untuk berpikir lebih kritis.
“Soalnya cukup menantang dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Bagi kami sebagai guru, asesmen ini juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki dan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” ungkap Agus
Memetakan Kompetensi, Mendorong Profesionalisme
Hasil AKGTK nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam pemetaan kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara nasional. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan program peningkatan mutu guru madrasah.
Dengan pemetaan kompetensi yang lebih terarah, kebutuhan pengembangan profesional guru dapat diidentifikasi secara lebih tepat. Hal tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan memberikan dampak positif terhadap layanan pendidikan di madrasah.
Pelaksanaan AKGTK diikuti peserta dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Meskipun peserta mengikuti asesmen dari tempat masing-masing, mekanisme sistem dan pengawasan digital memastikan seluruh tahapan tetap terpantau sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi MAN 3 Majalengka, pelaksanaan AKGTK menjadi momentum untuk terus membangun budaya profesional dan reflektif di kalangan pendidik. Guru diharapkan tidak hanya melihat asesmen sebagai proses evaluasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengetahui kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan.
Harapan
Melalui pelaksanaan AKGTK Tahun 2026, MAN 3 Majalengka berharap hasil asesmen dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kompetensi guru sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan profesionalisme secara berkelanjutan.
Guru diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kemampuan pedagogik dan profesional, serta terus melakukan inovasi dalam pembelajaran.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman pendidikan yang semakin bermakna bagi peserta didik.
Kontributor : Iis


No comments:
Post a Comment