Sejumlah peserta tampak berkerumun di sekitar kendaraan yang membawa persediaan nasi kotak untuk makan siang. Pemandangan tersebut menarik perhatian para pengunjung yang berada di lokasi perkemahan. Bagi sebagian peserta, tersedianya konsumsi secara teratur menjadi bagian penting yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Berbeda dengan kegiatan perkemahan pada masa sebelumnya yang umumnya menuntut peserta menyiapkan konsumsi secara mandiri, pelaksanaan PECAPA MAN 3 Majalengka dalam dua tahun terakhir telah menyediakan makanan bagi seluruh peserta secara gratis dari pihak madrasah.
Dalam kegiatan PECAPA tahun ini, peserta memperoleh konsumsi sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pagi, siang, dan sore. Penyediaan konsumsi dilakukan dengan memperhatikan ketepatan waktu makan serta kecukupan kebutuhan makanan selama mengikuti aktivitas perkemahan.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari perhatian MAN 3 Majalengka terhadap kesehatan dan kebugaran fisik maupun mental peserta didik. Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menegaskan bahwa kesehatan peserta menjadi salah satu prioritas dalam setiap pelaksanaan kegiatan madrasah, termasuk kegiatan kepramukaan.
“Kami ingin kegiatan perkemahan bukan hanya memberikan pengalaman dalam membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama, tetapi juga memastikan kesehatan dan kebugaran peserta tetap terjaga. Karena itu, kebutuhan konsumsi harus diperhatikan, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kualitas makanannya,” ungkap Hj. Ela Nurlaela, M.Pd.
Ia menjelaskan, pengalaman dari berbagai kegiatan perkemahan sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi madrasah. Kondisi peserta yang mengalami pingsan, sakit, maupun gangguan kesehatan lainnya perlu diantisipasi dengan memastikan kebutuhan dasar peserta selama mengikuti kegiatan terpenuhi dengan baik.
“Anak-anak mengikuti kegiatan dengan aktivitas yang cukup padat. Mereka membutuhkan energi dan asupan makanan yang memadai. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi pengalaman pendidikan yang menyenangkan justru terganggu karena kebutuhan dasar mereka tidak terpenuhi,” tambahnya.
Menurutnya, penyediaan konsumsi secara gratis selama kegiatan perkemahan juga merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab madrasah terhadap peserta didik. Dengan demikian, peserta dapat lebih fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa harus memikirkan persoalan konsumsi secara mandiri.
Penyediaan konsumsi secara teratur juga menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan kegiatan kepramukaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
PECAPA MAN 3 Majalengka tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. Kegiatan yang diikuti peserta didik kelas X tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu 5–6 Oktober 2026, di Buper Leles-Sindangwangi.
Pelaksanaan PECAPA tahun ini berlangsung lebih singkat dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Penyesuaian waktu tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan padatnya kalender akademik MAN 3 Majalengka serta agenda Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) yang dilaksanakan secara serentak pada 5–8 Oktober 2026.
Meskipun berlangsung dalam waktu yang lebih singkat, madrasah tetap berupaya memastikan kegiatan berjalan efektif dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta. Berbagai aktivitas kepramukaan dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Harapan
Melalui penyelenggaraan PECAPA yang memperhatikan aspek pendidikan, kesehatan, dan kenyamanan peserta, MAN 3 Majalengka berharap kegiatan kepramukaan dapat menjadi ruang pembentukan karakter yang berlangsung secara optimal. Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi dan hidup bersama di alam terbuka, tetapi juga mampu membangun kemandirian, ketangguhan, kepedulian, dan jiwa kepemimpinan.
Kontributor : Subhanuddin


No comments:
Post a Comment