Sindangwangi (MAN 3 Majalengka) — Suasana malam di Bumi Perkemahan (Buper) Curug Leles, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, terasa hangat dan penuh kebersamaan ketika kobaran api unggun menyala di tengah-tengah peserta Perkemahan Calon Penegak (PECAPA) MAN 3 Majalengka, Senin malam (5/10/2026).
Kegiatan api unggun tersebut merupakan salah satu rangkaian PECAPA Ambalan Ibnu Rusdi dan Siti Fatimah, Gugus Depan (Gudep) Nomor 18.119 dan 18.120 Pangkalan MAN 3 Majalengka. Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X, sementara pelaksana kegiatan melibatkan Dewan Ambalan (DA) kelas XI dan XII serta para guru pembina.
Api unggun dipimpin langsung oleh Pembina Pramuka MAN 3 Majalengka, Solehudin, S.Pd.I., yang akrab disapa Ka Oleh. Para peserta berdiri membentuk lingkaran mengelilingi api unggun yang menyala, menciptakan suasana penuh keakraban di tengah lingkungan alam terbuka.
Dalam tradisi kepramukaan, api unggun tidak hanya menjadi kegiatan untuk menghangatkan suasana malam. Kobaran api menjadi simbol semangat, persaudaraan, kebersamaan, kedisiplinan, dan pengabdian. Melalui kegiatan tersebut, para calon Penegak diajak untuk mempererat kekompakan, saling menghargai, membangun rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Ambalan Ibnu Rusdi dan Siti Fatimah.
Kegiatan PECAPA sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., pada Senin pagi. Pembukaan tersebut menjadi awal rangkaian kegiatan perkemahan yang dirancang sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
Pelaksanaan PECAPA memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. Berada di alam terbuka, para calon Penegak belajar untuk lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama dalam kelompok, serta mampu menghadapi berbagai tantangan selama mengikuti kegiatan perkemahan.
Selain menjadi pengalaman bagi peserta didik kelas X, keterlibatan Dewan Ambalan dari kelas XI dan XII sebagai panitia juga menjadi bagian dari proses kaderisasi dan pembelajaran kepemimpinan. Para peserta didik senior mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam mengelola kegiatan, berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Melalui kegiatan PECAPA, MAN 3 Majalengka berharap kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi aktivitas di luar kelas, tetapi benar-benar menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan peserta didik. Nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang tercipta melalui api unggun dan seluruh rangkaian PECAPA, diharapkan lahir calon-calon Penegak yang tangguh, mandiri, disiplin, peduli terhadap sesama, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berakhlak mulia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar MAN 3 Majalengka dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan siap memberikan kontribusi positif bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
No comments:
Post a Comment