Sindangwangi (Leles) – Berada di tengah suasana perkemahan tidak menjadi alasan bagi peserta didik MAN 3 Majalengka untuk meninggalkan kewajiban ibadah. Selama pelaksanaan Perkemahan Pelantikan Calon Penegak (PECAPA) 5-6 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Curug Leles, Kecamatan Sindangwangi, peserta didik tetap melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah.
Salat berjamaah menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan PECAPA. Selain mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, peserta didik muslim dan muslimah diarahkan untuk tetap menjaga kewajiban ibadah sebagai bagian dari pembentukan karakter religius dan kedisiplinan.
Pembina Keagamaan MAN 3 Majalengka, Jali Rojali, S.Pd., menjelaskan bahwa pembiasaan salat berjamaah tidak hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi juga diterapkan ketika peserta didik mengikuti kegiatan di luar sekolah, termasuk saat berada di bumi perkemahan.
“Pelaksanaan salat berjamaah lima waktu di bumi perkemahan merupakan kewajiban bagi siswa-siswi muslim. Ini bukan hanya pembelajaran, tetapi pembiasaan agar mereka terbiasa melaksanakan salat dan istiqamah di rumah maupun di mana pun mereka berada,” ungkap Jali Rojali, S.Pd.
Menurut Jali Rojali, kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif. Peserta didik belajar hidup mandiri, disiplin mengikuti jadwal kegiatan, bekerja sama, sekaligus tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui pelaksanaan ibadah secara teratur.
Dalam pembinaan keagamaan, peserta didik juga diingatkan mengenai keutamaan salat lima waktu secara berjamaah sebagaimana pesan-pesan keagamaan yang disampaikan Rasulullah SAW tentang keutamaan menjaga salat dan membiasakan ibadah berjamaah.
“Makanya dengan adanya kegiatan berjamaah, baik di sekolah maupun di bumi perkemahan, kami berharap siswa-siswi kita menjadi ahli berjamaah dalam berbagai ibadah kepada Allah SWT. Jangan hanya berjamaah ketika berada di madrasah, tetapi kebiasaan tersebut terus dibawa ketika mereka berada di rumah dan di tengah masyarakat,” tutur Jali Rojali.
Pembiasaan salat berjamaah tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan di madrasah yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter peserta didik. Kedisiplinan dalam melaksanakan salat diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban, mampu mengatur waktu, serta memiliki kesadaran spiritual.
Suasana perkemahan menjadi ruang pembelajaran tersendiri bagi peserta didik. Berada jauh dari lingkungan rumah mengajarkan peserta didik untuk mampu mengatur kebutuhan pribadi dan tetap menjalankan kewajiban agama secara mandiri.
Melalui pembiasaan tersebut, kegiatan PECAPA tidak hanya menjadi momentum untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kedisiplinan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dari karakter peserta didik MAN 3 Majalengka.
Pembiasaan ibadah secara berjamaah diharapkan tidak berhenti selama kegiatan perkemahan berlangsung. Nilai utama yang ingin ditanamkan adalah istiqamah, yaitu kemampuan peserta didik untuk terus menjaga kebiasaan baik meskipun berada di tempat dan situasi yang berbeda.
Dengan demikian, kegiatan keagamaan dalam PECAPA menjadi bagian integral dari pendidikan karakter. Peserta didik tidak hanya diarahkan menjadi generasi yang tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan akhlak yang kuat.
MAN 3 Majalengka berharap pembiasaan salat berjamaah selama kegiatan perkemahan dapat menjadi pengalaman yang melekat dalam diri peserta didik. Setelah kembali ke rumah dan lingkungan masyarakat, peserta didik diharapkan tetap menjaga salat lima waktu, membiasakan berjamaah, serta mampu menjadi teladan dalam menjalankan ibadah.
Melalui perpaduan pembinaan kepramukaan dan keagamaan, PECAPA diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, berjiwa kepemimpinan, sekaligus memiliki keimanan dan akhlak yang kuat.
Kontributor : Jali Rojali

No comments:
Post a Comment