Pusat Informasi dan Publikasi MAN 3 Majalengka

Wednesday, October 7, 2026

AKGTK 2026 Digelar Daring, Guru SKI MAN 3 Majalengka Ikuti Ujian dari Tempat Masing-Masing

Majalengka (MAN 3 Majalengka) — Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 berlangsung secara daring. Pelaksanaan ini memungkinkan peserta mengikuti asesmen secara mandiri dari tempat masing-masing dengan tetap berada dalam pengawasan sistem.

Salah satu peserta AKGTK dari MAN 3 Majalengka, Nana Misnara, S.Pd.I., Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), mengikuti asesmen pada Rabu, 7 Oktober 2026, sesi pertama yang dimulai pukul 07.30 WIB.

Pelaksanaan AKGTK 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Oktober 2026, dengan pembagian tiga sesi setiap harinya. Pembagian sesi dilakukan untuk mengatur peserta dan menjaga kelancaran sistem selama asesmen berlangsung.

Guru Mengikuti Asesmen dari Tempat Masing-Masing

Berbeda dengan pelaksanaan asesmen yang mengharuskan peserta berkumpul di satu lokasi, AKGTK 2026 dilaksanakan secara mandiri menggunakan perangkat komputer atau laptop dan koneksi internet masing-masing.

Meskipun dilakukan dari tempat berbeda, peserta tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme asesmen yang ditetapkan. Sistem pengawasan digital juga diterapkan untuk menjaga integritas, objektivitas, dan kejujuran selama proses asesmen.

Nana Misnara, S.Pd.I. menyampaikan bahwa pelaksanaan daring memberikan kemudahan bagi guru untuk mengikuti asesmen tanpa harus meninggalkan wilayah tugas.

“Pelaksanaan secara daring memberikan kemudahan karena guru dapat mengikuti asesmen dari tempat masing-masing. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diiringi dengan kesiapan perangkat, jaringan internet, serta komitmen untuk mengikuti asesmen secara jujur dan bertanggung jawab,” ungkap Nana.

Mengukur dan Merefleksikan Kompetensi Guru

AKGTK menjadi bagian dari upaya pemetaan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Hasil asesmen dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kompetensi yang dimiliki sekaligus mendukung penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Bagi guru, asesmen juga menjadi momentum untuk merefleksikan pengetahuan dan kemampuan profesional yang selama ini dikembangkan dalam menjalankan tugas pendidikan.

“AKGTK menjadi kesempatan bagi guru untuk mengukur sekaligus merefleksikan kompetensi yang dimiliki. Soal dan materi yang diberikan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai pendidik,” tambah Nana.

Harapan

Melalui pelaksanaan AKGTK 2026, diharapkan pemetaan kompetensi guru dapat memberikan gambaran yang lebih baik mengenai kebutuhan pengembangan profesional pendidik.

Nana berharap hasil asesmen dapat menjadi motivasi bagi guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

“Semoga hasil AKGTK dapat menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, sehingga kualitas pembelajaran di madrasah semakin baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik,” pungkas Nana.

Pelaksanaan AKGTK 2026 menjadi salah satu langkah dalam membangun budaya evaluasi, refleksi, dan pengembangan profesional berkelanjutan, sekaligus mendorong guru madrasah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Kontributor : Nana

No comments:

Post a Comment