Majalengka (MAN 3 Majalengka) – Senyum, salam, dan sapaan hangat menyambut langkah siswa-siswi MAN 3 Majalengka setiap pagi. Melalui program rutin Nurush Shobah (Cahaya Pagi), kepala madrasah bersama guru piket hadir di gerbang untuk menyambut kedatangan siswa sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026, dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Satu per satu siswa yang datang disambut dengan senyum, salam, sapaan, serta ajakan untuk bersalaman. Tidak sekadar menyambut, guru juga memberikan motivasi singkat sebagai bekal sebelum siswa memasuki kelas.
Bukan Sekadar Penyambutan
Nurush Shobah tidak ditempatkan sebagai kegiatan seremonial atau formalitas semata. Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MAN 3 Majalengka dalam membangun budaya madrasah yang aman, nyaman, ramah, dan penuh kekeluargaan.
Melalui interaksi sederhana di gerbang madrasah, guru dapat membangun komunikasi positif dengan siswa sejak awal hari. Sapaan dan salam menjadi bentuk perhatian yang diharapkan mampu membuat siswa merasa diterima dan dihargai ketika memasuki lingkungan madrasah.
Program Nurush Shobah juga memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:
Membangun rasa aman dan nyaman bagi siswa ketika berada di lingkungan madrasah.
Menumbuhkan adab dan akhlak melalui pembiasaan salam, senyum, sapa, dan bersalaman.
Memperkuat komunikasi positif antara guru dan siswa.
Wajah Ceria Mengawali Hari
Antusiasme siswa terlihat ketika memasuki gerbang madrasah. Sapaan guru dibalas dengan senyum dan salam. Kebiasaan sederhana tersebut perlahan menjadi bagian dari rutinitas pagi yang membangun suasana positif sebelum pembelajaran dimulai.
Kehadiran guru di gerbang juga menjadi momentum untuk mendorong siswa datang lebih tepat waktu sekaligus membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik.
“Nurush Shobah bukan hanya tentang menyambut siswa di pagi hari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk menunjukkan bahwa setiap siswa datang ke madrasah dalam suasana yang aman, diterima, dan dihargai. Dari senyum, salam, dan sapaan, semoga tumbuh kebiasaan baik serta hubungan yang semakin dekat antara guru dan siswa,” ungkap Aat.
Pembiasaan tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya karakter siswa yang berakhlak mulia, disiplin, peduli, serta mampu membangun hubungan sosial yang positif.
Konsisten Menjadi Budaya Madrasah
Nurush Shobah akan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari budaya positif MAN 3 Majalengka. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.
Gerbang madrasah bukan hanya menjadi tempat keluar dan masuk siswa, tetapi juga dapat menjadi ruang pertama untuk menanamkan nilai-nilai keramahan, kedisiplinan, penghormatan, dan kepedulian.
Harapan
Melalui Nurush Shobah, MAN 3 Majalengka berharap tercipta lingkungan pendidikan yang semakin aman, nyaman, ramah, dan penuh kekeluargaan. Kebiasaan menyambut siswa dengan senyum, salam, dan sapaan diharapkan tidak berhenti di gerbang madrasah, tetapi terbawa dalam interaksi siswa sepanjang hari.
Semoga pembiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menumbuhkan karakter besar dalam diri siswa, sehingga MAN 3 Majalengka semakin kuat sebagai madrasah hebat bermartabat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi berakhlak dan berkarakter.
Kontributor: Aat

No comments:
Post a Comment