Majalengka (MAN 3 Majalengka) – Di kawasan Majalengka bagian utara yang dikenal sebagai wilayah dengan kehidupan masyarakat yang beragam, MAN 3 Majalengka tumbuh bukan hanya sebagai lembaga pendidikan Islam, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan sosial masyarakat dalam merawat harmoni, toleransi, dan moderasi beragama.
Berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, MAN 3 Majalengka berada di tengah lingkungan masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang sosial dan budaya. Kehidupan masyarakat yang berlangsung berdampingan menjadi konteks penting bagi madrasah dalam menanamkan nilai Islam yang moderat, terbuka, beradab, dan menghargai perbedaan.
Mekarsari, Ruang Tumbuh Moderasi
Keberagaman masyarakat di Desa Mekarsari dapat terlihat dalam kehidupan sosial sehari-hari. Berbagai tempat ibadah dan komunitas dengan latar belakang yang berbeda hadir dalam lingkungan masyarakat yang mayoritas Muslim.
Keberagaman juga tercermin dari latar belakang etnis masyarakat, seperti Sunda, Jawa, Tionghoa, dan Arab. Interaksi sosial berlangsung melalui aktivitas perdagangan, kehidupan bertetangga, maupun berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Dalam kehidupan sehari-hari, nilai silih asah, silih asih, silih asuh menjadi salah satu kearifan yang relevan untuk merawat hubungan sosial. Perbedaan tidak diposisikan sebagai penghalang, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dihargai dan dijaga bersama.
Kondisi tersebut menjadi lingkungan sosial yang berharga bagi MAN 3 Majalengka. Murid tidak hanya memperoleh pembelajaran tentang moderasi beragama melalui teori di kelas, tetapi juga dapat melihat praktik kehidupan sosial yang mengajarkan pentingnya menghormati sesama.
Dari MAN Jatiwangi Menuju MAN 3 Majalengka
Perjalanan MAN 3 Majalengka tidak dapat dipisahkan dari sejarah pendidikan Islam di wilayah Majalengka Utara. Madrasah ini berdiri pada 1997 dengan nama MAN Jatiwangi. Kehadiran madrasah menjadi bagian dari upaya menyediakan akses pendidikan Islam bagi masyarakat di kawasan Jatiwangi dan sekitarnya.
Seiring perkembangan kebijakan dan penataan kelembagaan madrasah secara nasional, pada 2015 MAN Jatiwangi bertransformasi menjadi MAN 3 Majalengka. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Dari tahun ke tahun, perkembangan madrasah terlihat dari semakin bertambahnya jumlah murid, peningkatan kualitas pembelajaran, berkembangnya prestasi akademik dan nonakademik, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Saat ini MAN 3 Majalengka memiliki 18 ruang kelas yang mendukung proses pembelajaran dan berbagai aktivitas pendidikan. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah untuk terus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam yang berkualitas.
Moderasi Menjadi Identitas
Bagi MAN 3 Majalengka, lingkungan sosial yang beragam menjadi bagian penting dalam membangun karakter murid. Pendidikan Islam tidak hanya diarahkan pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga pada pembentukan sikap yang mampu menghargai perbedaan, membangun dialog, dan hidup berdampingan secara damai.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menegaskan bahwa keberadaan madrasah di tengah masyarakat Majalengka Utara menjadi amanah yang harus dijaga.
“MAN 3 Majalengka adalah milik warga Majalengka Utara. Kami berdiri di Desa Mekarsari yang menjadi contoh kehidupan masyarakat yang beragam. Di sini berbagai tempat ibadah dan latar belakang masyarakat dapat hidup berdampingan. Etnis Sunda, Jawa, Tionghoa, dan Arab juga hidup dalam suasana yang rukun. Bagi kami, lingkungan seperti ini menjadi ruang belajar moderasi beragama yang sangat berharga bagi murid.”
Menurut Hj. Ela, perjalanan madrasah sejak 1997 sebagai MAN Jatiwangi hingga menjadi MAN 3 Majalengka pada 2015 merupakan bagian dari sejarah pertumbuhan pendidikan di wilayah Majalengka Utara.
“Sejak 1997 sebagai MAN Jatiwangi hingga 2015 menjadi MAN 3 Majalengka, kami menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat Majalengka Utara. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Kami ingin menjaga kepercayaan tersebut dengan menghadirkan pendidikan yang menyeimbangkan ilmu, iman, akhlak, dan sikap menghargai perbedaan.”
Kepercayaan Masyarakat Terus Tumbuh
Keberadaan MAN 3 Majalengka menjadi pilihan masyarakat dari berbagai wilayah di Majalengka Utara. Murid berasal dari sejumlah kecamatan seperti Jatiwangi, Jatitujuh, Ligung, Dawuan, dan wilayah sekitarnya.
Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Selain memperkuat kompetensi akademik, MAN 3 Majalengka juga terus mendorong pembentukan karakter, penguatan nilai keislaman, kepedulian sosial, budaya, lingkungan, serta kemampuan murid menghadapi perkembangan zaman.
Madrasah tidak hanya ingin melahirkan murid yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat secara santun, damai, dan bertanggung jawab.
Harapan
Dengan sejarah panjang, dukungan masyarakat, dan lingkungan sosial yang beragam, MAN 3 Majalengka memiliki modal kuat untuk terus berkembang menjadi madrasah yang beradab dan berprestasi.
Harmoni masyarakat Desa Mekarsari dan keberagaman Majalengka Utara diharapkan terus menjadi energi positif bagi madrasah dalam menanamkan moderasi beragama kepada generasi muda.
MAN 3 Majalengka diharapkan mampu terus menjadi bagian dari kemajuan pendidikan Islam di Majalengka Utara sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, menghargai perbedaan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Kontributor: Ohan Rohani

No comments:
Post a Comment