Majalengka (MAN 3 Majalengka) – Suasana penuh keceriaan, kreativitas, dan kebersamaan mewarnai perayaan Bulan Bahasa dan Sastra serta Hari Santri Nasional Tahun 2026 di MAN 3 Majalengka, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, budaya, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan madrasah.
Beragam kegiatan turut memeriahkan perayaan. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah drama yang dibawakan oleh para ibu guru dengan judul “Pencarian Kosakata yang Hilang”.
Ibu Guru Tampilkan Drama Penuh Kreativitas
Penampilan drama berlangsung dengan penuh warna dan keceriaan. Para ibu guru menunjukkan kreativitas melalui seni peran sekaligus menghadirkan pesan tentang pentingnya bahasa sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Drama “Pencarian Kosakata yang Hilang” menjadi salah satu cara menarik untuk menghidupkan semangat Bulan Bahasa dan Sastra. Tidak hanya menghibur, penampilan tersebut juga mengajak warga madrasah untuk semakin menyadari pentingnya menjaga kekayaan kosakata bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara.
Keterlibatan para guru dalam kegiatan seni juga menunjukkan bahwa budaya literasi dan kreativitas dapat tumbuh melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk drama dan pertunjukan seni.
“Bulan Bahasa dan Sastra bukan hanya tentang penggunaan bahasa yang baik, tetapi juga tentang bagaimana kita mencintai, menjaga, dan menghidupkan bahasa melalui kreativitas. Drama menjadi salah satu cara untuk membuat pesan tersebut lebih dekat dan menyenangkan bagi warga madrasah.” Ujar Nunung.
Bahasa, Sastra, Budaya, dan Nilai Keislaman
Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra menjadi ruang bagi seluruh warga madrasah untuk mengembangkan budaya literasi, meningkatkan kreativitas dalam berbahasa, serta menghargai karya sastra sebagai bagian dari kekayaan intelektual bangsa.
Sementara itu, momentum Hari Santri Nasional mengingatkan kembali tentang kontribusi santri dalam menjaga nilai-nilai agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta mengambil bagian dalam membangun Indonesia yang beradab dan berdaya.
Perpaduan kedua momentum tersebut memberikan pesan bahwa kecintaan terhadap bahasa dan budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter religius dan semangat kebangsaan.
Menumbuhkan Generasi Berilmu dan Berbudaya
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 3 Majalengka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi kreativitas, budaya, literasi, dan pembentukan karakter.
Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, “Bahasa, Sastra, dan Santri untuk Indonesia Emas yang Beradab dan Berdaya.”
Harapan
Melalui perayaan Bulan Bahasa dan Sastra serta Hari Santri Nasional 2026, MAN 3 Majalengka diharapkan semakin mampu menumbuhkan generasi yang mencintai bahasa, menghargai budaya, memiliki kreativitas, serta kuat dalam nilai-nilai keislaman.
Kebersamaan seluruh warga madrasah dalam kegiatan tersebut menjadi energi positif untuk terus membangun MAN 3 Majalengka sebagai madrasah yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, kreatif, berbudaya, dan bangga terhadap identitas bangsa.
Kontributor: Nunung Nuraisyah

No comments:
Post a Comment